Kehidupan Malam
becak reot terlelap sepi
mampus dikota mati
sesekali dera kenalpot lewat,
begitu cepat
muncul wanita tua
dari gang sempit,
mendekat dipintu toko
yang kusangka mati
dengan cepat pintu itu melahapnya
jalan ini tetap hidup
bersama mereka-mereka
pengais uang malam
kuhampiri warung remang
kudapati becak tua lagi
terlelap dengan tatapan sayup
dibuli dingin sepi
sedang beberapa mulut menikmati kopi
dengan kalimat yang sunyi
seolah ingin menghabisi malam
tak kudapati bintang
jalan ini seolah tak berkawan
sepi,
dan begitu sepi
sedang deretan toko mati
bertereng makanan
penikmat malam
kudapati teman lama
bersama wanita berparas cantik
dengan rok mini diatas paha
sedang mencari makanan aku jawab
lantas kuacuhkan mereka dengan segera
setelah bersalaman
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Sering dibaca
-
Suatu waktu aku hanya memandang layar komputerku yang begitu terang di dalam kamarku yang tak berlampu. Lama sungguh kupandang, kemudian he...
-
Selasa 06 Mei 2014, sudah lebih dari 3 kali aku melihat tayangan TV yang memberitakan kekerasan seksual pada anak atau mere...
-
- Annisa - Aku pelacur, melacurkan rindu pada larik, tercekik Rindu ialah embun pagi kehilangan mentari Masing-masing semangat meng...
-
Sehari tanpa internet. Kalimat ini sangat cocok jika dipertanyakan untuk para pengguna internet setiap detiknya. Mulai penggunaan int...
-
Sebuah Catatan. Anggap saja ini curhat. Baris kedua setelah aku bercerita dengan Tuhanku untuk sebuah gelombang yang selalu dinamik. Masih p...
-
Air mata itu membeku pada bibir yang dingin, lantunan ayat sayonara yang tersimpan di laci-laci usang pada akhirnya mengantar keikhlasan....
-
Sampai pada halaman ketiga dari otak yang nyaring. Apa yang sebenarnya ingin aku tulis adalah sebuah pesan tersirat yang lewat. Pesan yang ...
No comments:
Post a Comment