dirimu dalam senja samar
wanitaku
malam meremang
hening cahaya bulan
engkau menyapa langit dan bintang
sembari bernyanyi dalam puri jiwamu
kamu
dan hanya kamulah bayangan semu
akrab disetiap hampaku
bahkan setiap malam mimpiku
kulihat wujud hidupmu
saat itu kulihat engkau berdiri
di senja samar
jauh dari siku atau kurang dari itu
langit pucat tatapku
warnanya berubah,seketika
susah untuk menghitung
berapa kali sudah terjatuh
meraih jelmaan hawamu
tak ada keindahan mewakili
sajak-sajak ini saja
yang dapat kusandingkan padamu
lagi-lagi kamu
seperti sinar bintang
*catatan lama
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Sering dibaca
-
Suatu waktu aku hanya memandang layar komputerku yang begitu terang di dalam kamarku yang tak berlampu. Lama sungguh kupandang, kemudian he...
-
Selasa 06 Mei 2014, sudah lebih dari 3 kali aku melihat tayangan TV yang memberitakan kekerasan seksual pada anak atau mere...
-
- Annisa - Aku pelacur, melacurkan rindu pada larik, tercekik Rindu ialah embun pagi kehilangan mentari Masing-masing semangat meng...
-
Sehari tanpa internet. Kalimat ini sangat cocok jika dipertanyakan untuk para pengguna internet setiap detiknya. Mulai penggunaan int...
-
Sebuah Catatan. Anggap saja ini curhat. Baris kedua setelah aku bercerita dengan Tuhanku untuk sebuah gelombang yang selalu dinamik. Masih p...
-
Air mata itu membeku pada bibir yang dingin, lantunan ayat sayonara yang tersimpan di laci-laci usang pada akhirnya mengantar keikhlasan....
-
Sampai pada halaman ketiga dari otak yang nyaring. Apa yang sebenarnya ingin aku tulis adalah sebuah pesan tersirat yang lewat. Pesan yang ...
No comments:
Post a Comment