[kanginan]
sajak pagi
siluet pagi.
bersama dering pesanmu,
telat masuk
replay pun tak terbalas meski terbaca olehmu
menikmatimu pada bingkai profile,
seolah cukup hidup dimataku
lantas,
apakah aku menjadi hidup dalam contactmu ?
menggerimis dipagi hari
setelah itu seolah embun merajai
begitupun hasratku,
merajai logika sikapku
memandangmu pada sudut keindahan
semakin tak ku mengerti
kekasih,
apa kabarmu pagi ini?
masihkah kau ingin menikmati coklat hangat ini denganku ?
atau itu hanya sebuah kalimat saja,
terucap begitu saja
kekasih,
kupilih biru atau merah ?
sedang waktumu bersembunyi
kekasih,
mencintai seperti deburan ombak
biarkanku memilih
tenggelam denganmu
atau menepi dengan Tuhanku
kekasih,
aku masih diambang biru dan merah
mengapa tak kau tampar saja aku
dengan kain-kainmu itu
mengapa tak kau jahit saja senyummu
yang diam meneggelamkanku pada indahmu
kekasih,
jika ada dari tak ada ini
adalah rindumu
pada sisi mana kulabuhkan rinduku ?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Sering dibaca
-
Suatu waktu aku hanya memandang layar komputerku yang begitu terang di dalam kamarku yang tak berlampu. Lama sungguh kupandang, kemudian he...
-
Selasa 06 Mei 2014, sudah lebih dari 3 kali aku melihat tayangan TV yang memberitakan kekerasan seksual pada anak atau mere...
-
- Annisa - Aku pelacur, melacurkan rindu pada larik, tercekik Rindu ialah embun pagi kehilangan mentari Masing-masing semangat meng...
-
Sehari tanpa internet. Kalimat ini sangat cocok jika dipertanyakan untuk para pengguna internet setiap detiknya. Mulai penggunaan int...
-
Sebuah Catatan. Anggap saja ini curhat. Baris kedua setelah aku bercerita dengan Tuhanku untuk sebuah gelombang yang selalu dinamik. Masih p...
-
Air mata itu membeku pada bibir yang dingin, lantunan ayat sayonara yang tersimpan di laci-laci usang pada akhirnya mengantar keikhlasan....
-
Sampai pada halaman ketiga dari otak yang nyaring. Apa yang sebenarnya ingin aku tulis adalah sebuah pesan tersirat yang lewat. Pesan yang ...
No comments:
Post a Comment