Sebuah Catatan.
Anggap saja ini curhat. Baris kedua setelah aku bercerita dengan Tuhanku untuk sebuah gelombang yang selalu dinamik. Masih pada sebuah keyakinan bahwa akan ada sebuah jawaban dari tiap pertanyaan.
Aku memilih untuk menikmati sebuah kejutan masa depan, memilih untuk melewati labirin-labirin yang entah sampai dimana. Menyimpan paradigma-paradigma yang ku susun dengan sadar.
Memperbaiki tiap kesalahan dari sebuah pilihan. Mereka bilang mengalir saja, sedang aku manusia yang begitu saja mudah. Mereka bilang ikuti saja, sedang aku tipe membaca.
Saat dimana aku mendapati sebuah ruang, seperti paradigma yang tersimpan. Mereka ingin dibaca kembali atau hanya sebuah godaan ? Mereka bilang ini jawaban, sedang aku masih membaca.
Masih pada sebuah ruang. Untuk sebuah putih yang terbaca ini menjadi. Sepertinya aku akan larut pada sebuah surga tempurung manusia, Aku harus kembali.
Sering dibaca
-
[ndamar] - Saya menarik kesimpulan bahwa ada yang kurang dalam proses sebuah pendidikan ini. Apa ? Sebuah moral. Mengapa sebuah moral perl...
-
Selasa 06 Mei 2014, sudah lebih dari 3 kali aku melihat tayangan TV yang memberitakan kekerasan seksual pada anak atau mere...
-
- Asa tersisah - Aku hilang arah tak bisa membaca peta Tersungkur tiba-tiba Berbuat apa ? Lenyap tenaga patah logika Buta ? ...
-
Catatan lanjutan. Gelap ini bercerita. Emosi yang ditahan meletup. Ini sudah pernah terjadi sebelumnya. Ya.. letupan emosi sebuah lelaki ya...
-
- Aku, Cemburu Cinta - Aku adalah lafadz-lafadz lama, sedang kamu adalah arti; bagaimana dengan singgasana tak bertahta Aku adalah lafa...
-
“Meong … !!” reflek kucingku ketika tak sengaja kutendang saat merubah posisi kaki di atas kasur. Jam menunjukkan pukul 02.00 malam. Ta...